Naskah: Latar Belakang, Permasalahan, State of the Art, Research Gap

Naskah: Latar Belakang, Permasalahan, State of the Art, Research Gap

1. Latar Belakang

Pentingnya talenta STEM dan STEM Talent Pipeline; saat ini semua masih terfragmen — belum ada koneksi talenta dari pra pembibitan sampai dengan mencetak talenta unggul. Diperlukan sebuah tata kelola Pengembangan Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi melalui integrasi Pendidikan Tinggi, Riset, dan Industri. Karena saat ini semua terfragmentasi.

Dibutuhkan sebuah tata kelola talenta STEM dikarenakan fokus pada talenta STEM menjadi penting karena bidang ini menghasilkan sumber daya manusia yang berkontribusi langsung terhadap penelitian, pengembangan teknologi, inovasi, dan peningkatan produktivitas industri, sehingga memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem inovasi nasional. Dengan demikian, pengembangan talenta STEM tidak lagi hanya menjadi isu pendidikan, tetapi telah berkembang menjadi isu tata kelola publik yang memerlukan integrasi pendidikan, riset, dan industri.


2. Permasalahan Nyata di Lapangan

Di Indonesia, pengembangan talenta bidang riset dan inovasi telah diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Manajemen Talenta Nasional. Namun implementasinya masih menghadapi tantangan berupa:

  • Fragmentasi program
  • Belum optimalnya integrasi pendidikan, riset, dan industri
  • Belum adanya model tata kelola yang mampu menghubungkan seluruh tahapan pengembangan talenta secara berkelanjutan

3. State of the Art

Berbagai penelitian telah mengkaji pengembangan talenta STEM dari berbagai perspektif:

Perspektif Temuan Kunci
STEM Talent Pipeline Pentingnya kesinambungan jalur pengembangan talenta mulai dari pendidikan hingga dunia kerja untuk menjamin ketersediaan SDM STEM yang berkelanjutan
Innovation Ecosystem Keberhasilan inovasi ditentukan oleh kolaborasi antaraktor dalam ekosistem yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri
Collaborative Governance & Triple Helix Pentingnya koordinasi lintas sektor, integrasi kebijakan, serta sinergi antarlembaga dalam menyelesaikan permasalahan publik yang kompleks

Perkembangan literatur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan talenta, kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan penguatan ekosistem inovasi merupakan elemen-elemen yang saling berkaitan dalam mendukung daya saing suatu negara.


4. Research Gap

Meskipun berbagai penelitian telah membahas STEM Talent Pipeline, Innovation Ecosystem, Collaborative Governance, dan Triple Helix, sebagian besar masih mengkaji konsep-konsep tersebut secara parsial. Penelitian yang mengintegrasikan keempat perspektif tersebut ke dalam suatu model tata kelola pengembangan talenta nasional, khususnya dalam konteks implementasi Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi di Indonesia, masih terbatas.