Integration Framework: NTM + Collaborative Governance + Triple Helix

Integration Framework: NTM + Collaborative Governance + Triple Helix

Ringkasan

Framework integrasi yang menghubungkan tiga pendekatan utama dalam tesis: 1. National Talent Management (NTM) β€” Perpres 108/2024 (DBMTN) 2. Collaborative Governance (CG) β€” Ansell & Gash (2008), Emerson et al. (2012) 3. Triple Helix (TH) β€” Etzkowitz & Leydesdorff (1995, 2000)

Tujuan: Menciptakan model komprehensif untuk STEM Talent Governance di Indonesia.


1. Fondasi Teoritis

1.1 Collaborative Governance (CG)

Definisi: CG adalah proses dan struktur keputusan publik yang memungkinkan aktor publik, swasta, dan masyarakat sipil untuk menyelesaikan masalah publik secara bersama-sama (Ansell & Gash, 2008).

Karakteristik Utama: 1. Forum Kolaboratif: Platform untuk diskusi dan pengambilan keputusan bersama 2. Keterlibatan Pemangku Kepentingan: Partisipasi aktif dari semua pihak 3. Keputusan Konsensus: Mencari kesepakatan bersama 4. Proses Iteratif: Siklus umpan balik dan perbaikan

Dua Kerangka Utama:

Aspek Ansell & Gash (2008) Emerson et al. (2012)
Fokus Kolaborasi sebagai proses Kolaborasi sebagai tata kelola
Variabel Kepercayaan, modal sosial Kapasitas kolaboratif
Tahapan Pre-kolaborasi β†’ Implementasi Enabling β†’ Principled β†’ Outcomes
Tantangan Koordinasi, partisifat Kapasitas, akuntabilitas

Relevansi dengan NTM: - DBMTN memerlukan kolaborasi lintas kementerian (13+ kementerian) - Koordinasi pusat-daerah - Partisipasi swasta dan masyarakat sipil

1.2 Triple Helix (TH)

Definisi: Model inovasi yang melibatkan tiga aktor utama: University (knowledge), Industry (application), Government (governance) (Etzkowitz & Leydesdorff, 1995).

Tiga Model Klasik:

Model Karakteristik Peran Pemerintah
TH I (Statist) Pemerintah dominan Pengendali utama
TH II (Laissez-Faire) Pasar dominan Regulator minimal
TH III (Balanced) Keseimbangan tiga aktor Fasilitator

Evolusi TH: - TH 1.0 (1995): Model dasar University-Industry-Government - TH 2.0 (2000s): Integrasi pengetahuan dan inovasi - TH 3.0 (2010s): Keseimbangan dan kompleksitas - Quadruple Helix (Carayannis & Campbell, 2009): Penambahan civil society - Quintuple Helix (Carayannis & Campbell, 2010): Penambahan natural environment

Relevansi dengan NTM: - Pendidikan (University) sebagai sumber talenta - Industri (Industry) sebagai aplikator inovasi - Pemerintah (Government) sebagai regulator dan fasilitator

1.3 National Talent Management (NTM)

Definisi: Sistem terkoordinasi untuk menarik, mengembangkan, mempertahankan, dan memanfaatkan talenta guna mencapai tujuan nasional.

Kerangka DBMTN: - Tiga Bidang: Riset & Inovasi, Seni Budaya, Olahraga - Tiga Fokus: Pembibitan, Pengembangan, Penguatan - Lima Tahap: Fondasi β†’ Penguatan β†’ Pemantapan β†’ Keberlanjutan β†’ Peraihan Hasil

Relevansi dengan CG dan TH: - Memerlukan kolaborasi lintas sektor (CG) - Mengintegrasikan universitas-industri-pemerintah (TH) - Mengkoordinasikan banyak pemangku kepentingan


2. Model Integrasi: CG-TH-NTM Framework

2.1 Konsep Inti

Premis: STEM Talent Governance yang efektif memerlukan integrasi: 1. Proses Kolaboratif (CG): Cara pemangku kepentingan bekerja sama 2. Struktur Inovasi (TH): Hubungan antara universitas, industri, pemerintah 3. Sistem Manajemen (NTM): Pengelolaan talenta secara terkoordinasi

2.2 Arsitektur Framework

β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
β”‚               STEM TALENT GOVERNANCE FRAMEWORK              β”‚
β”‚                    (CG-TH-NTM Integration)                  β”‚
β”œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€
β”‚                                                             β”‚
β”‚  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”  β”‚
β”‚  β”‚           COLLABORATIVE GOVERNANCE (CG)              β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β€’ Forum Kolaboratif                                  β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β€’ Partisipasi Pemangku Kepentingan                   β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β€’ Keputusan Konsensus                                β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β€’ Proses Iteratif                                    β”‚  β”‚
β”‚  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜  β”‚
β”‚                           β”‚                                 β”‚
β”‚                           β–Ό                                 β”‚
β”‚  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”  β”‚
β”‚  β”‚              TRIPLE HELIX (TH III)                   β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”    β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”    β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”         β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β”‚University│◄──►│Industry │◄──►│Governmentβ”‚         β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β”‚(Knowledge)β”‚   β”‚(Application)β”‚  β”‚(Governance)β”‚      β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜    β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜    β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜         β”‚  β”‚
β”‚  β”‚          β”‚              β”‚              β”‚              β”‚  β”‚
β”‚  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜  β”‚
β”‚             β”‚              β”‚              β”‚                  β”‚
β”‚             β–Ό              β–Ό              β–Ό                  β”‚
β”‚  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”  β”‚
β”‚  β”‚          NATIONAL TALENT MANAGEMENT (NTM)            β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”    β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”    β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”         β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β”‚Pembibitan│───►│Pengemba.│───►│Penguatan β”‚         β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β”‚ (Breeding)β”‚   β”‚(Develop.)β”‚   β”‚(Strength.)β”‚        β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜    β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜    β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜         β”‚  β”‚
β”‚  β”‚          β”‚              β”‚              β”‚              β”‚  β”‚
β”‚  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜  β”‚
β”‚             β”‚              β”‚              β”‚                  β”‚
β”‚             β–Ό              β–Ό              β–Ό                  β”‚
β”‚  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”  β”‚
β”‚  β”‚              STEMBERTA STEM TALENTS                  β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β€’ Riset & Inovasi                                   β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β€’ Prestasi Internasional                            β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β€’ Kontribusi PDB                                    β”‚  β”‚
β”‚  β”‚  β€’ Daya Saing Global                                 β”‚  β”‚
β”‚  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜  β”‚
β”‚                                                             β”‚
β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜

2.3 Mekanisme Integrasi

Level 1: Strategis (Vision & Policy)

  • Visi Bersama: Indonesia Emas 2045 dengan talenta STEM unggul
  • Kebijakan Terintegrasi: DBMTN sebagai payung kebijakan
  • Koordinasi Terpusat: Gugus Tugas MTN dipimpin Menteri PPN

Level 2: Operasional (Process & Structure)

  • Forum Kolaboratif: Platform untuk diskusi dan keputusan bersama
  • Struktur Triple Helix: Komisi atau dewan lintas sektor
  • Mekanisme Implementasi: Tahapan DBMTN dengan timeline jelas

Level 3: Teknis (Implementation & Monitoring)

  • Program-program: Beasiswa, riset, inkubator, dll.
  • Basis Data Terpadu: Sistem informasi terintegrasi
  • Evaluasi Kinerja: Indikator dan mekanisme monitoring

3. Proses Kolaborasi: CG dalam NTM

3.1 Tahapan Kolaborasi (Ansell & Gash, 2008)

Tahap 1: Pre-Kolaborasi - Identifikasi masalah: Kekurangan talenta STEM - Katalis: Komitmen politik (Perpres 108/2024) - Penilaian risiko: Brain drain, kesenjangan keterampilan

Tahap 2: Inisiasi - Pemangku kepentingan: 13+ kementerian, pemerintah daerah, swasta, akademik - Komitmen: Gugus Tugas MTN - Proses: Perumusan visi dan strategi bersama

Tahap 3: Pelaksanaan - Forum kolaboratif: Rapat koordinasi rutin - Konsensus: Kesepakatan program dan anggaran - Implementasi: Tahapan DBMTN

Tahap 4: Evaluasi dan Perbaikan - Monitoring: Basis data terintegrasi - Evaluasi: Audit independen - Perbaikan: Umpan balik dan koreksi

3.2 Kapasitas Kolaboratif (Emerson et al., 2012)

Komponen Kapasitas: 1. Praktek & Protokol: Regulasi dan mekanisme koordinasi 2. Pemahaman Bersama: Visi dan tujuan yang sama 3. Kepercayaan: Hubungan antar pemangku kepentingan 4. Modal Sosial: Jaringan dan koneksi

Penerapan dalam DBMTN: 1. Perpres 108/2024 sebagai praktek & protokol 2. Sosialisasi untuk pemahaman bersama 3. Forum kolaboratif untuk membangun kepercayaan 4. Platform digital untuk modal sosial


4. Struktur Inovasi: Triple Helix dalam NTM

4.1 Peran Tiga Aktor

University (Knowledge)

  • Pendidikan STEM berkualitas
  • Riset dasar dan terapan
  • Pengembangan SDM unggul

Program DBMTN: - Beasiswa S2/S3 - Kolaborasi riset - Laboratorium bersama

Industry (Application)

  • Penerapan inovasi di pasar
  • Kolaborasi riset
  • Komersialisasi teknologi

Program DBMTN: - Magang dan praktik kerja - Inkubator startup - Transfer teknologi

Government (Governance)

  • Kebijakan yang memfasiliti
  • Pendanaan dan insentif
  • Regulasi yang adaptif

Program DBMTN: - Perpres 108/2024 - Gugus Tugas MTN - Anggaran riset

4.2 Model TH III (Balanced)

Dalam DBMTN, idealnya terjadi keseimbangan: - Pemerintah: Fasilitator, bukan pengendali - Universitas: Sumber pengetahuan, bukan hanya pendidik - Industri: Mitra aktif, bukan hanya penerima manfaat

4.3 Mekanisme Kolaborasi TH

  1. Joint Research: Riset kolaboratif universitas-industri
  2. Internship & Secondment: Rotasi antar sektor
  3. Co-funding: Pendanaan bersama
  4. Technology Transfer: Komersialisasi bersama
  5. Policy Advisory: Masukan kebijakan dari akademik

5. Sistem Manajemen: NTM dalam Kerangka CG-TH

5.1 Proses NTM

β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
β”‚                    PROSES NTM                           β”‚
β”œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€
β”‚                                                         β”‚
β”‚  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”   β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”   β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”             β”‚
β”‚  β”‚Pembibitan│──►│Pengemb. │──►│Penguatan β”‚             β”‚
β”‚  β”‚          β”‚   β”‚          β”‚   β”‚          β”‚             β”‚
β”‚  β”‚ β€’ Identifikasiβ”‚ β€’ Pelatihanβ”‚ β€’ Fasilitasiβ”‚             β”‚
β”‚  β”‚ β€’ Seleksi  β”‚   β”‚ β€’ Mentor  β”‚   β”‚ β€’ Insentifβ”‚             β”‚
β”‚  β”‚ β€’ Beasiswa β”‚   β”‚ β€’ Magang  β”‚   β”‚ β€’ Karier  β”‚             β”‚
β”‚  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜   β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜   β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜             β”‚
β”‚       β”‚              β”‚              β”‚                   β”‚
β”‚       β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”Όβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜                   β”‚
β”‚                      β”‚                                  β”‚
β”‚                      β–Ό                                  β”‚
β”‚            β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”                         β”‚
β”‚            β”‚  Talenta STEM   β”‚                         β”‚
β”‚            β”‚  Unggul &       β”‚                         β”‚
β”‚            β”‚  Berdaya Saing  β”‚                         β”‚
β”‚            β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜                         β”‚
β”‚                                                         β”‚
β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜

5.2 Integration Points

Proses NTM Kolaborasi (CG) Triple Helix (TH)
Pembibitan Seleksi bersama Universitas + Industri
Pengembangan Program kolaboratif Magang, riset bersama
Penguatan Fasilitasi lintas sektor Insentif, karier

5.3 Koordinasi dalam DBMTN

Gugus Tugas MTN sebagai integrator: - Koordinasi 13+ kementerian - Pusat-Daerah - Swasta dan masyarakat sipil

Forum Kolaboratif: - Rapat koordinasi rutin - Platform diskusi - Keputusan bersama


6. Propositions untuk Riset

6.1 Propositions Integrasi

P1: Integrasi CG-TH-NTM dalam STEM Talent Governance meningkatkan kualitas dan kuantitas talenta STEM.

P2: Partisipasi aktif pemangku kepentingan (CG) memperkuat kolaborasi University-Industry-Government (TH).

P3: Sistem manajemen talenta (NTM) yang terintegrasi dengan CG dan TH mengurangi brain drain.

P4: Kolaborasi lintas sektor (CG) dalam DBMTN meningkatkan inovasi terapan.

P5: Keseimbangan peran Triple Helix dalam NTM menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

6.2 Propositions Implementasi

P6: Basis data terintegrasi (NTM) memperkuat akuntabilitas dalam Collaborative Governance.

P7: Mekanisme evaluasi independen meningkatkan efektivitas implementasi DBMTN.

P8: Partisipasi publik dalam CG meningkatkan legitimasi dan dukungan terhadap NTM.

6.3 Propositions Dampak

P9: Integrasi CG-TH-NTM meningkatkan kontribusi PDB dari sektor berbasis teknologi.

P10: STEM Talent Governance yang terintegrasi memperkuat daya saing global Indonesia.


7. Roadmap Implementasi

7.1 Tahap Fondasi (2024–2025)

  • CG: Bentuk forum kolaboratif dan bangun kepercayaan
  • TH: Identifikasi mitra dan potensi kolaborasi
  • NTM: Bangun basis data terpadu dan mekanisme monitoring

7.2 Tahap Penguatan (2025–2029)

  • CG: Implementasi program kolaboratif
  • TH: Eksekusi joint research dan technology transfer
  • NTM: Implementasi beasiswa dan program pengembangan

7.3 Tahap Pemantapan (2030–2034)

  • CG: Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan
  • TH: Konsolidasi kolaborasi dan ekspansi
  • NTM: Peningkatan kualitas dan kuantitas talenta

7.4 Tahap Keberlanjutan (2035–2039)

  • CG: Sustainabilitas mekanisme kolaborasi
  • TH: Ekosistem inovasi yang mandiri
  • NTM: Sistem manajemen talenta yang mature

7.5 Tahap Peraihan Hasil (2040–2045)

  • CG: Evaluasi dampak jangka panjang
  • TH: Kontribusi signifikan terhadap inovasi nasional
  • NTM: Pencapaian target internasional

8. Rekomendasi Kebijakan

8.1 Penguatan Tata Kelola

  1. Legalitas Formal: Buat Perpres/Peraturan lebih detail tentang mekanisme kolaborasi
  2. Dana Abadi: Buat dana abadi untuk sustainability program
  3. Evaluasi Independen: Libatkan lembaga independen

8.2 Penguatan Kolaborasi

  1. Platform Digital: Buat platform untuk pertukaran informasi
  2. Insentif Kolaborasi: Beri penghargaan untuk kolaborasi berhasil
  3. Mekanisme Penyelesaian Sengketa: Proses yang jelas

8.3 Penguatan Implementasi

  1. Kurikulum STEM: Reformasi berbasis kebutuhan industri
  2. Infrastruktur Riset: Investasi dalam laboratorium
  3. Retensi Talent: Insentif dan karier menarik

9. Kesimpulan

Framework integrasi CG-TH-NTM menawarkan pendekatan komprehensif untuk STEM Talent Governance di Indonesia. Dengan mengintegrasikan: - Proses Kolaboratif (CG) untuk koordinasi lintas pemangku kepentingan - Struktur Inovasi (TH) untuk hubungan universitas-industri-pemerintah - Sistem Manajemen (NTM) untuk pengelolaan talenta secara terkoordinasi

Indonesia dapat membangun ekosistem STEM yang kompetitif dan berdaya saing global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Sumber Utama

  • Ansell, C. & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571.
  • Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1-29.
  • Etzkowitz, H. & Leydesdorff, L. (1995). The Triple Helix–University-industry-government innovation in action. Routledge.
  • Carayannis, E. G., & Campbell, D. F. J. (2009). Mode 3’and’Quadruple Helix’: toward a 21st century fractal innovation ecosystem. International Journal of Technology Management, 46(3/4), 201-234.
  • Perpres 108 Tahun 2024 tentang DBMTN
  • OECD STIP Compass: DBMTN listing